AsliDomino – Minum obat paling amannya dengan air putih. Akan tetapi, beberapa orang menelan obat dengan minuman lainnya, salah satunya adalah susu, yang mungkin dianggap dapat mengurangi atau menyamarkan rasa pahit dari obat yang ditelan.

Ada pernyataan yang menyebut bahwa minum obat dengan susu tidak disarankan. Apakah ini cuma mitos atau memang faktanya memang demikian? Untuk tahu jawabannya, simak informasi lebih lanjut di bawah ini, ya.

1. Minum susu setelah minum obat bisa menyebabkan efek samping

Amankah Minum Obat dengan Susu? Ini 5 Faktanya

Ternyata ada alasan ilmiah mengapa minum susu saat atau langsung setelah minum obat tidak dianjurkan, yaitu bisa membuat efek obat menjadi tidak optimal. Selain itu ada peningkatan risiko efek samping dari obat yang diminum, bisa ringan maupun berat.

Susu juga dapat menyulitkan tubuh dalam menyerap obat. Akibatnya, metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik dan membuat obat yang diminum menjadi tidak efektif.

2. Kandungan dalam susu yang dapat memengaruhi efek obat

Amankah Minum Obat dengan Susu? Ini 5 Faktanya

Mengutip AGEN POKER ONLINE TERBAIK, obat seperti antibiotik dapat mengikat kalsium dalam susu, membentuk zat yang tidak larut di lambung dan usus kecil bagian atas, yang nantinya membuat obat tidak dapat diserap tubuh.

Makanan atau minuman lainnya yang mengandung kalsium juga bisa menyebabkan efektivitas obat menurut. Misalnya beberapa jus, air mineral tinggi kalsium, dan sebagainya.

3. Jenis obat yang efektivitasnya dapat terganggu bila diminum bersama susu

Amankah Minum Obat dengan Susu? Ini 5 Faktanya

Susu juga dapat mengganggu obat antiinflamasi nonsteroid, digitalisamilorideomeprazolespironolactone, dan ranitidine.

Efek utama dari interaksi ini adalah penurunan bioavailabilitas obat, peningkatan atau penurunan ekskresi obat, dan mengurangi penyerapan nutrisi.

Sebagain informasi, bioavailabilitas adalah jumlah kekuatan penuh obat yang membuatnya masuk ke aliran darah. Obat intravena memiliki bioavailabilitas 100 persen karena disuntikkan langsung ke dalam darah. Namun, bioavailabilitas obat oral sangat bervariasi tergantung jenisnya dan kondisi pasien.

Bila ingin mengonsumsi susu atau produk turunannya, baiknya konsumsi 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsi antibiotik.

4. Di sisi lain, ada juga obat yang aman diminum bersama susu

Amankah Minum Obat dengan Susu? Ini 5 Faktanya

Pada jenis obat tertentu, minum susu bisa membantu penyerapan obat ke dalam darah. Beberapa jenis obat yang bisa diminum bersama susu adalah obat kortikosteroid. Ini adalah obat yang dapat meningkatkan pembuangan kalsium dan kalium dalam tubuh.

Minum susu setelah minum obat akan membantu tubuh menghindari kekurangan kalsium dan kalium. Salah satu contoh obatnya adalah prednisolone dan dexamethasone.

5. Paling amannya, konsultasikan ke dokter atau apoteker

Amankah Minum Obat dengan Susu? Ini 5 Faktanya

Untuk mengetahui hubungan atau interaksi dari susu dan obat, baiknya konsultasikan ke dokter atau apoteker. Mereka dapat memberikan informasi apakah obat yang kamu minum aman bila diminum dengan susu (atau minuman lainnya selain air putih) atau tidak.

Paling aman memang minum obat dengan air putih saja, karena air putih tidak mengandung senyawa lain yang dapat memengaruhi penyerapan obat dalam tubuh. Selain membantu membawa obat ke lambung, minum air putih yang cukup saat minum obat juga dapat mengurangi risiko iritasi pada lambung, esofagus, dan organ lainnya.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *