BerkahPoker – Dari survei yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2019, disebutkan bahwa tingkat konsumsi ikan di Indonesia hingga Oktober 2019 telah mencapai 51 kg per kapita. Ini membuktikan bahwa menu berbasis banyak dikonsumsi warga.

Memperbanyak konsumsi ikan efeknya memang baik. Walaupun begitu, kita harus memperhatikan cara memasaknya supaya nutrisinya tidak rusak atau hilang. Nah, cara memasak ikan yang tidak disarankan adalah dengan menggorengnya. Apa alasannya?AGEN POKER ONLINE

1. Dapat merusak kandungan omega-3

Asam lemak omega-3 dalam ikan berasal dari senyawa DHA dan EPA yang terkandung terutama dalam minyak ikan. Minyak ikan ini banyak terdapat pada jenis ikan berlemak seperti sarden, tuna, salmon, dan teri.

Dalam pengolahan ikan, tingkat omega-3 yang hilang berbeda-beda menurut cara yang digunakan.Selain itu, pengalengan ikan malah dapat menghancurkan keseluruhan kandungan omega-3 ikan. Pemasakan dengan cara merebus dapat mempertahankan sebagian kandungan EPA dan DHA-nya.

2. Bahaya kandungan lemak trans

Mengolah makanan dengan menggorengnya bisa meningkatkan kandungan asam lemak trans. Asam lemak ini terbentuk ketika lemak tak jenuh mengalami proses yang disebut hidrogenasi. Hal ini terjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi selama memasak.

Menurut sebuah studi dalam “Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional” tahun 2008, asam lemak trans dapat meningkatkan kadar K-LDL (kolesterol jahat), rasio kolesterol total/K-HDL, rasio K-LDL/K-HDL, serta menurunkan kadar K-HDL (kolesterol baik). Itu semua yang berkontribusi pada penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung koroner.

3. Bahaya kandungan acrylamide

Selain lemak trans, menggoreng ikan mengakibatkan pembentukan zat acrylamide. Zat beracun tersebut terbentuk dalam makanan selama dimasak dalam suhu tinggi, seperti menggoreng, membakar, atau memanggang.

4. Memicu obesitas

Ikan goreng, apalagi digoreng sampai crispy, memang lezat. Namun, efek buruknya tidak “selezat” itu. Bagi yang sedang diet, ikan goreng mengandung lebih banyak kalori daripada yang direbus.

Menurut sebuah penelitian dalam “American Journal of Clinical Nutrition” tahun 2007, bahwa menggoreng dengan minyak mengubah komposisi asam lemak makanan, meningkatkan kepadatan energi, dan menurunkan kandungan air.

5. Meningkatkan risiko penyakit kronis

Selain kanker, ada dua penyakit kronis yang dapat ditimbulkan oleh makanan yang digoreng, termasuk ikan goreng, yaitu penyakit jantung dan diabetes.

Menurut penelitian dalam “AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA” tahun 2014, konsumsi makanan yang digoreng setidaknya seminggu sekali dapat meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung.

Kedua risiko tersebut disebabkan oleh faktor peningkatan tekanan darah, berat badan, dan kurangnya asupan HDL atau kolesterol baik.

Agen Poker Terpercaya

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *