AsliDomino – Di Indonesia, fast food atau makanan cepat saji sudah menjadi bagian untuk mengisi perut sehari-hari. Khususnya bagi anak sekolah, mahasiswa, pekerja kantoran, atau siapa pun yang ingin makan enak, praktis, cepat, dan bebas repot.

Namun, bagaimana jika sebaliknya, yaitu ‘puasa’ atau berhenti makan makanan cepat saji dalam waktu lama? Apa dampaknya bagi tubuh kita? Menarik untuk diketahui, yuk, simak pembahasannya di bawah ini yng sudah di telusuri oleh AGEN POKER ONLINE TERBAIK :

1. Risiko penyakit jantung bisa diminimalkan

Ternyata, mengonsumsi makanan cepat saji walaupun hanya dua kali seminggu saja secara rutin sudah bisa meningkatkan risiko kamu mengalami penyakit jantung. Ini diakibatkan tingginya kandungan lemak dan natrium yang ada pada makanan cepat saji pada umumnya.

2. Menurunkan risiko diabetes

Seperti yang disebutkan sebelumnya, makanan cepat saji tinggi akan kandungan lemak, yang mana ini dapat menyebabkan resistansi insulin. Ini merupakan kondisi tubuh yang awalnya menerima insulin menjadi resistan (menolak atau tidak merespons) dan tubuh jadi tidak mampu menggunakan glukosa dari darah sebagai energi.

3. Daya ingat dan kemampuan belajar jadi meningkat

Salah satu jenis kandungan lemak yang terdapat pada makanan cepat saji adalah lemak trans, yang ternyata dapat menyusutkan otak, sehingga berpengaruh terhadap memori dan kemampuan berpikir otak.

Lemak trans umumnya terdapat pada makanan kemasan, makanan yang digoreng, makanan beku, makanan olahan, dan mentega atau margarin. Sementara itu, makanan yang bernutrisi tinggi, seperti yang mengandung omega-3, vitamin C, D, E, dan B, dapat meningkatkan kemampuan daya pikir.

4. Mendongkrak mood

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA tersebut juga menunjukkan bahwa 51 persen konsumen penyuka fast food lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan orang-orang yang jarang mengonsumsinya.

5. Lebih berenergi

Makanan cepat saji memang mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi. Namun, karbohidrat tersebut umumnya jenis karbohidrat sederhana, yang mana itu adalah sumber energi yang cepat sekali diolah dan dicerna tubuh, sehingga kadar glukosa cepat naik.

Ya, karbohidrat sederhana memang bisa membuat tubuh berenergi dengan cepat, tetapi ini cuma bisa bertahan selama beberapa jam saja. Setelahnya, tubuh akan kembali merasa kelaparan dan butuh energi dari makanan.

 

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *