AsliDomino – Sama seperti karakter, kebersihan pribadi bukanlah tindakan tetapi kebiasaan — dan hampir semua orang di atas usia tertentu berpikir bahwa kebersihan pribadi mereka sudah terkendali.

Namun, data secara konsisten memberi tahu hal yang sebaliknya. Misalnya, menurut jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh AGEN POKER ONLINE TERBAIK 42 persen dari semua orang Amerika bahkan tidak mencuci tangan setelah dari toilet dan tentunya di negara lainnya pasti menunjukkan kenyataan yang sama.

Tentunya seperti fakta di atas dinilai cukup normal bukan? Padahal sebenarnya tidak normal. Begitulah dengan delapan kebiasaan ini.

1. Menggunakan ponsel di toilet

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Mungkin sangat menyenangkan untuk mendapatkan kesenangan sesaat dari media sosial sambil duduk di atas takhta. Tapi, kamu perlu tahu resikonya bisa menghampiri

Saat kamu membawa ponsel ke kamar mandi sepanjang waktu maka, secara tidak langsung ada kemungkinan ponselmu menjadi rumah bagi lebih banyak kuman daripada dudukan toilet.

Demikian pula, proyek penelitian Inggris yang dilakukan oleh AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA menemukan 92 persen ponsel yang diteliti mengandung bakteri yang berpotensi berbahaya. Seperti Salmonela, penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan. Selain itu, terdapat pula bakteri Clostridium difficile. Keduanya dapat menyebabkan gangguan di saluran pencernaan.

2. Asal memasukkan benda ke lubang telinga

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Membersihkan kotoran telinga yang mengganggu merupakan hal bijak, namun saat menggunakan benda aneh, percaya atau tidak hal itu sering kali lebih berbahaya.

Orang-orang pada umumnya sering berpikir bahwa mereka mencegah kotoran telinga menumpuk dengan membersihkan telinganya dengan penyeka kapas, klip kertas, atau sejumlah benda tak terbayangkan yang sekiranya bisa masuk ke lubang telinga.

Padahal ya, upaya untuk menghilangkan kotoran telinga ini hanya menimbulkan masalah lebih lanjut karena kotoran telinga didorong ke bawah dan berdampak lebih jauh ke dalam liang telinga. Apa pun yang masuk ke telinga dapat menyebabkan kerusakan serius pada gendang telinga dan saluran dengan potensi kerusakan sementara atau bahkan permanen.

3. Tidak menjaga kebersihan ujung jari

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Semua orang tahu bahwa penting untuk mencuci tangan terutama di dunia COVID-19 — tetapi sering kali kuku tangan diabaikan.

Menurut CDC, kuku yang kotor dapat menyebarkan sejumlah infeksi, termasuk cacing kremi. Jadi, jika kamu tidak sering memotong kuku, kukumu akan mudah rusak dan patah, dan lebih mungkin menyimpan kotoran dan bakteri yang berpotensi menyebarkan infeksi.

4. Membiarkan sikat gigi tetap berada di toilet

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Jika sikat gigimu menghabiskan sebagian besar waktunya di toilet, kamu mungkin berisiko mengalami kontaminasi silang. Sebab menurut jurnal American Journal of Infection Control,  setiap kali toilet dibilas, awan partikel mikroskopis yang tidak terlihat masuk ke lingkungan sekitarnya, dan itu termasuk jejak urin dan feses.

Perlu diketahui juga bahwa sikat gigi harus disimpan tegak di lingkungan yang memungkinkan sikat gigi benar-benar kering.

5. Tidak membersihkan remote

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Kebanyakan orang tahu untuk membersihkan smartphone mereka secara berkala, tetapi untuk remote TV? Ya, itu salah satu barang rumah tangga yang digunakan setiap hari dan tidak tahu bahwa benda ini penting untuk dibersihkan. Sebab, sebagian besar remote TV dipenuhi kuman dan virus.

6. Sikat gigi dengan cara yang salah

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Beberapa orang punya kebiasaan menyikat giginya dengan kondisi yang dipaksakan alias mager bahkan buru-buru, namun tetap memaksakan menyikat gigi. Alhasil, kebersihannya tidak maksimal dan menyikat gigi hanya formalitas saja.

7. Jarang ganti handuk

Dianggap Biasa, Padahal 7 Hal Ini adalah Kebiasaan Jorok

Tahukah kamu bahwa handuk mandi dapat menampung bakteri, jamur, dan jamur hanya setelah digunakan beberapa hari? Semua kelembapan yang kita tinggalkan setelah mengeringkan membuat handuk mandi menjadi rumah yang ideal bagi sejumlah mikroba. Itulah sebabnya Consumer Reports merekomendasikan untuk menganti handuk setiap tiga hingga empat hari (bahkan lebih sering jika kamu berkeringat setiap hari).

Jangan lupa juga untuk mengganti handuk tanganmu setiap satu hingga dua hari. Menurut beberapa laporan, menunggu lebih lama dapat menggagalkan seluruh tujuan mencuci tangan.

 

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *