AsliDomino – Siapa yang benci serangga? Serangga bisa amat mengganggu, apalagi bila sampai menggigit. Gigitan serangan biasanya menimbulkan benjolan merah kecil yang terasa gatal. Benjolan akibat gigitan serangga dapat diobati dengan antihistamin.

Meskipun begitu, terkadang gigitan serangga dapat menimbulkan reaksi alergi seperti pembengkakan yang parah dan sesak napas. Jika hal itu terjadi, sebaiknya segera cari pertolongan medis.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis gigitan serangga dan cara mengatasinya.

1. Gigitan laba-laba

6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!  

Ada ribuan jenis laba-laba di Indonesia, tetapi kebanyakan tidak berbahaya. Umumnya gigitan laba-laba akan menghasilkan benjolan merah yang sakit dan gatal.

  • Bersihkan luka dengan sabun berbahan ringan dan air
  • Aplikasikan salep antibiotik tiga kali sehari untuk mencegah infeksi
  • Aplikasikan kompres dingin di tempat gigitan selama 15 menit tiap jam. Gunakan lap bersih
  • Bila memungkinkan, angkat area gigitan atau posisikan lebih tinggi
  • Minum obat pereda nyeri bila diperlukan
  • Bila luka gigitan gatal, antihistamin seperti diphenhydramine atau certirizine bisa membantu

Segera periksa ke dokter jika mengalami kesulitan bernapas dan rasa sakit yang parah di sekitar bekas gigitan laba-laba.

2. Gigitan nyamuk

6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!  

Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), saatnyamuk menggigit, ia menusuk kulit dengan alat mulut khusus untuk menyedot darah. Saat nyamuk sedang makan, ia menyuntikkan air liurnya ke dalam kulit. Tubuh akan bereaksi terhadap air liur tersebut yang mengakibatkan benjolan dan gatal-gatal.

Beberapa orang hanya memiliki reaksi ringan terhadap gigitan, sementara beberapa orang lainnya bisa mengalami reaksi yang lebih kuat, dan bentol yang cukup besar, nyeri, dan kemerahan.

Tanda gigitan nyamuk meliputi:

  • Benjolan bengkak dan kemerahan yang muncul beberapa menit setelah gigitan
  • Benjolan keras, gatal, cokelat kemerahan, atau beberapa benjolan yang muncul sekitar satu hari setelah gigitan
  • Lepuh kecil
  • Bintik-bintik gelap yang terlihat seperti memar

Tanda reaksi yang parah meliputi area pembengkakan dan kemerahan yang luas, demam ringan, gatal-gatal, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Untuk mengatasi gigitan nyamuk, lakukan ini:

  • Cuci area gigitan dengan sabun dan air
  • Aplikasikan ice pack selama 10 menit untuk mengurangi bengkak dan gatal. Bisa diulangi sesering yang dibutuhkan
  • Aplikasikan campuran air dan baking soda, yang mana ini bisa mengurangi gatal
  • Gunakan obat anti-gatal yang dijual bebas atau krim antihistamin untuk meredakan gatal sesuai petunjuk kemasan

3. Gigitan kutu kasur

6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!  

Bedbug atau kutu kasur mengisap darah dari manusia atau hewan. Mereka bisa tinggal di tempat tidur, furnitur, karpet, pakaian, dan barang-barang lainnya. Kutu kasur paling aktif di malam hari, mengisap darah saat seseorang sedang tidur.

Gigitan kutu kasur sering memerah dan bengkak. Beberapa gigitan mungkin muncul dalam satu garis atau kelompok di area kecil tubuh. Gigitannya cenderung gatal dan bisa menyebabkan sensasi terbakar.

Mengaplikasikan krim anti-gatal atau losion calamine ke area gigitan

  • Konsumsi antihistamin oral untuk mengurangi gatal dan sensasi terbakar
  • Gunakan pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengatasi bengkak dan nyeri

Pada kasus yang jarang, gigitan kutu kasus bisa menyebabkan reaksi alergi. Bila mengalami reaksi alergi serius, segera cari pertolongan medis.

Kadang gigitan kutu kasur dapat menyebabkan infeksi selulitis. Untuk mengurangi risiko infeksi, bersihkan bekas gigitan dengan sabun dan air dan cobalah untuk tidak menggaruknya.

Pengobatan rumahan yang juga bisa dicoba meliputi:

  • Aplikasikan kompres dingin di area gigitan
  • Aplikasikan campuran baking soda dan air
  • Beberapa jenis minyak esensial

Meski masih butuh penelitian lebih lanjut, tetapi beberapa penelitian menunjukkan kalau minyak kamper, minyak kamomil, atau beberapa jenis minyak esensial lainnya dapat membantu meringankan gigitan serangga.

4. Gigitan kutu rambut

6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!  

Kutu rambut adalah serangga kecil yang memakan darah dari kulit kepala manusia. Anak-anak lebih sering memilikinya karena mereka sering berdekatan atau berkontak dengan teman-temannya. Ini memudahkan kutu rambut berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya.

5. Gigitan semut api

6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!  

Untuk mengidentifikasi sengatan semut api, biasanya akan terlihat bintik merah yang bengkak yang mengembangkan lepuh di bagian atas sengatan. Sengatannya sakit, gatal, dan bisa bertahan hingga seminggu. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi yang berbahaya terhadap sengatan dan perlu mencari pertolongan medis dengan segera.

6. Sengatan lebah

6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!  

Sengatan lebah dapat menimbulkan efek ringan hingga mematikan. Efek mematikan dari sengatan lebah dapat terjadi pada orang yang alergi terhadap sengatan lebah, jadi penting untuk mengetahui tanda dan gejala alergi tersebut.

Itulah beberapa jenis gigitan serangga dan cara mengatasinya. Jangan panik jika digigit serangga karena dengan penanganan yang tepat dan cepat, maka efek gigitan serangga dapat tertangani dengan baik.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *