AsliDomino – Media sosial sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Mulai dari Twitter, Facebook, Instagram, TikTok, Snapchat, dan sebagainya. Media sosial tak jarang menjadi candu bagi penggunanya. Bila sampai tak bisa mengaksesnya, bisa timbul kecemasan. Kalau sudah begini, waspada sindrom fear of missing out (FOMO).

Apa, sih, sindrom FOMO? Apa saja gejala dan dampaknya bagi kehidupan kita? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Apa itu sindrom FOMO

FOMO mengacu pada mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik darimu. Ini bisa memunculkan rasa iri yang mendalam dan memengaruhi harga diri.

2. Siapa yang bisa terkena FOMO?

Siapa pun dari segala usia bisa mengalami FOMO. Namun, fenomena ini paling meluas di kalangan anak muda dan dewasa muda. Studi dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa fenomena ini disebabkan oleh penggunaan media sosial yang sangat tinggi pada kelompok usia tersebut.

Penelitian di AS membuktikan, sebanyak 24 persen remaja menghabiskan waktunya menggunakan smartphone selama 8-10 jam setiap harinya. Di Indonesia, kemungkinan tak jauh berbeda.

3. Penyebab dan gejala FOMO

Perlu digarisbawahi, FOMO bukanlah bentuk dari gangguan mental dan tidak masuk daftar diagnosis dalam buku panduan.

Melansir AGEN POKER ONLINE TERBAIK , meski FOMO tidak dianggap sebagai gangguan kesehatan mental, tetapi seperti halnya depresi klinis atau gangguan stres pasca trauma (PTSD), kondisi tersebut disebabkan oleh sekumpulan emosi yang sangat nyata dan membawa efek yang nyata pula.

Apa saja gejala FOMO yang perlu diwaspadai? berikut ini adalah gejalanya.

  • Tidak bisa lepas dari layar ponsel
  • Lebih peduli dengan kehidupan di media sosial
  • Terobsesi dengan kehidupan orang lain
4. Dampak buruk FOMO yang harus diwaspadai

Sindrom FOMO bisa memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental kita. Orang yang sangat peduli dengan apa yang dilakukan oleh teman, tetangga, rekan kerja, atau orang lain mungkin memiliki perasaan cemas, rendah diri, dan kesepian.

Mereka mungkin terlibat dalam perilaku kompulsif, terus-menerus memeriksa media sosial, bahkan ketika sebenarnya mereka ingin berhenti. Selain itu, mereka mungkin mengalami kurang tidur, kesadaran yang berkurang, dan depresi.

5. Cara mengatasi sindrom FOMO

Bila kamu mengalami gejala FOMO seperti yang disebutkan di poin sebelumnya, menurut AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA tak perlu buru-buru langsung memeriksakan diri ke ahli kejiwaan. Dalam banyak kasus, kecemasan yang dirasakan bisa diatasi dengan metode sederhana, seperti:

  • tentukan waktu offline
  • ciptakan kejelasan tentang nilai nilai hidupmu
  • buat buku harian yang berisi tentang rasa syukur
  • menerapkan mindfulness
  • persahabatan

Itulah hal-hal seputar sindrom FOMO. Bila kamu mengalami gejalanya, lakukan tips di atas untuk mengatasinya. Namun, bila dampaknya secara psikis sudah lebih dalam atau merasa ada gejala depresi, sebaiknya temui ahli kejiwaan seperti psikolog atau psikiater agar bisa segera ditangani.

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *