AsliDomino – Kamu sedang nonton TV atau streaming drama Korea yang baru kamu unduh sambil nyemil keripik kentang yang baru kamu beli kemarin. Dalam waktu 30 menit, tanpa sadar, sudah ludes. Bawaannya ingin buka satu kemasan lagi?

Kamu merasa tercerahkan dan ingin tetap langsing? Baiklah! Kalau begitu, inilah beberapa zat pada makanan dan minuman yang harus dibatasi agar berat badan tetap ideal dan sehat.

1. Disodium guanilat

Zat pada makanan dan minuman pertama yang harus kamu hindari adalah disodium guanilat. Mengapa pertama? Karena bahan ini adalah yang ditemukan pada makanan seperti keripik kentang dan snack kemasan lain yang biasa kamu makan sambil bersantai.

Seorang ahli gizi asal Amerika Serikat (AS), Monica Reinagel, mengatakan bahwa mereka dengan diet tinggi garam terancam mengonsumsi lebih banyak kalori, sehingga menaikkan berat badan mereka.

2. Aspartam

Kamu sedang berbelanja bulanan dan ingin menyetok minuman kesukaanmu buat di rumah? Mungkin ini saatnya untuk melihat kandungan di kemasannya dan berpikir dua kali sebelum membelinya.

Kenapa? Karena mayoritas minuman manis mengandung aspartam. Selain minuman manis, dari yoghurt hingga suplemen vitamin manis mengandung pemanis buatan tersebut.

3. Monosodium glutamat (MSG)

Pernah diledek begitu? Ledekan ini ditujukan untuk mereka yang “lamban” dalam berpikir. Kemudian, hal itu diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), salah satu garam turunan dari asam glutamat.

MSG dapat ditemukan hampir di semua jenis makanan, dari padat hingga cair, dan dari makanan utama (daging burger, sosis, mi instan, dan sebagainya), camilan (aneka keripik), hingga bumbu penyedap seperti saus dan kecap.AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

4. Fruktosa

Kemudian, bahan pada makanan dan minuman yang perlu diwaspadai lainnya adalah fruktosa. Pada dasarnya, fruktosa adalah salah satu dari tiga gula utama, yaitu glukosa dan galaktosa. Akan tetapi, terlalu banyak fruktosa malah akan membuatmu gemuk.

Sekadar meluruskan, fruktosa di sini adalah yang 50 persen ada dalam gula bubuk atau sukrosa. Meskipun ada juga di dalam buah, fruktosa buah tidak berbahaya untuk kesehatan, kecuali jika dikonsumsi terlalu banyak.

5. Natrium siklamat

Terdengar asing? Senyawa ini sering ditemukan sebagai pemanis buatan pada selai, soda diet, hingga agar-agar.

Hingga saat ini, terdapat 130 negara dunia, termasuk Indonesia, yang mengizinkan pemakaian natrium siklamat.

Melansir AGEN POKER ONLINE TERBAIK, konsumsi natrium siklamat berlebih dapat menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak insulin, sehingga menjadi lemak yang menyebabkan kegemukan. Lalu, seseorang yang terlalu sering mengonsumsi natrium siklamat bisa menjadi tidak suka dengan makanan atau minuman yang tidak manis.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *