BerkahPoker – Pada Senin, 17 Agustus 2020, Indonesia akan memasuki usianya yang ke-75 tahun. Setiap 17 Agustus, biasanya sering kali diperingati dengan beragam perlombaan. Namun tak banyak yang tahu ada makna tersirat dalam setiap perlombaan tersebut.

Karena pandemik COVID-19, perlombaan tahun ini sepertinya tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Hal ini karena, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kerumunan dan meluasnya penularan virus.

Lantas, sejak kapan perlombaan 17 Agustus dilakukan? Dan apa saja makna dari masing-masing lomba? Berikut ulasan selengkapnya yang telah dirangkum AGEN POKER ONLINE dari berbagai sumber.

1. Lomba 17 Agustus pertama kali digelar pada 1950

Meski Indonesia merdeka pada 1945, perlombaan 17 Agustus baru dimulai pertama kali pada 1950. Pada tahun tersebut, intensitas pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan mulai menurun.

Selain sebagai wadah hiburan, perlombaan 17 Agustus juga dimaknai untuk merayakan kemenangan para pejuang, yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia.

2. Makan apa adanya lewat lomba makan kerupuk

Lomba makan kerupuk menjadi lomba yang tak pernah terlewat dalam setiap perayaan 17 Agustus. Ternyata, ada makna mendalam dari lomba tersebut. Pada masa perjuangan, masyarakat Indonesia makan apa adanya, yakni dengan kerupuk.

Meski hanya makan kerupuk, mereka semua tetap semangat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

3. Saat masa perjuangan, masyarakat menggunakan pakaian dari karung

Lomba balap karung juga menjadi wujud perayaan atas kemerdekaan Indonesia. Saat berupaya memperjuangkan kemerdekaan, masyarakat pribumi dahulu kala hanya menggunakan pakaian sederhana.

Pakaian itu terbuat dari karung goni, plastik ataupun bahan karet. Hingga saat ini, lomba balap karung tetap eksis untuk diperlombakan.

4. Bersatu lawan penjajah lewat tarik tambang

Tarik tambang merupakan lomba yang membutuhkan dua tim yang saling berhadapan, sambil memegang seutas tali tambang. Kedua tim itu akan saling tarik menarik atau adu kekuatan, untuk melewati batas garis yang telah ditentukan.

Nah, perlombaan ini ternyata mempunyai makna tentang persatuan dan kekuatan bersama, guna melawan penjajah.

5. Gotong royong lewat lomba bakiak

Lomba tradisional lainnya adalah bakiak. Bakiak berbentuk seperti sandal dengan ukuran panjang. Biasanya, bakiak akan diisi dua sampai tiga orang. Mereka harus kompak agar bisa menjadi yang tercepat.

Perlombaan ini juga tak lepas dari makna kemerdekaan Indonesia. Pesan yang ingin disampaikan adalah, gotong royong untuk mencapai kemerdekaan.

6. Kerja sama lewat lomba panjat pinang

Panjat pinang adalah perlombaan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Perlombaan ini dulunya dikenal sebagai de Klimmast, yang memiliki arti ‘memanjat tiang’. Pada masa itu panjat pinang biasa diadakan setiap 31 Agustus untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina.

Tidak hanya itu, masyarakat Belanda juga mengadakan lomba ini saat mereka memiliki acara penting seperti pernikahan, hajatan, dan lain-lain. Dulu para penjajah memasang batang pohon pinang yang telah dilumuri minyak atau oli di sebuah tanah lapang.

Bedanya pada masa itu hadiah yang diperebutkan adalah bahan pokok seperti beras, roti, gula, tepung, dan pakaian. Barang tersebut adalah sebuah kemewahan bagi masyarakat Indonesia yang saat itu hidup serba kekurangan.

Sementara masyarakat Indonesia bersusah payah memanjat dan meraih hadiah, orang-orang Belanda hanya menonton dari bawah. Mereka menganggap hal ini sebagai lelucon dan menertawakan ketika ada orang yang terjatuh.

Banyak orang menganggap bahwa panjat pinang hanya membawa kenangan buruk di masa penjajahan. Namun tidak sedikit yang menilai bahwa, panjat pinang diadakan untuk meneladani perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Selain itu, ada beberapa nilai yang bisa diambil yaitu kerja sama, semangat, dan pantang menyerah untuk meraih sesuatu.AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *