AsliDomino – Walaupun sederhana dan tidak makan banyak waktu, masih banyak perempuan yang tidak mencatat siklus menstruasi atau haidnya. Alasannya pun beragam, mulai dari lupa hingga tidak sempat. Namun, sebenarnya mayoritas kaum hawa belum memahami kenapa periode haid itu penting untuk dicatat.

Mencatat Periode Menstruasi: Hal Mudah, Berdampak Besar” . Yuk, kenali manfaatnya!

1. Untuk antisipasi gejala PMS

Seperti yang kita tahu, sebelum haid, mayoritas perempuan mengalami sindrom pramenstruasi (PMS). Menurut data yang dipaparkan oleh dr. Kartika, hal ini terjadi pada 80-90 persen perempuan Indonesia. Gejalanya pun beragam, mulai dari mood yang buruk, kram perut, bahkan bisa sampai pingsan.

2. Deteksi masalah yang berhubungan dengan haid

Siklus normal haid biasanya berlangsung selama 21-35 hari. Sementara, durasi haid biasanya terjadi selama 3-7 hari. Jika siklus ini tak dicatat, akan sulit untuk melihat apakah siklus yang kita alami normal atau tidak. Inilah kenapa masalah yang berhubungan dengan haid sering kali sulit untuk dideteksi.

Dokter Kartika mengungkapkan ada beberapa gangguan haid yang biasa terjadi pada perempuan. Berikut ini di antaranya:

  • Polimenore: siklus haid terlalu dekat, kurang dari 21 hari;
  • Oligomenore: siklus haid terlalu panjang, lebih dari 35 hari;
  • Hipermenore: darah yang keluar terlalu banyak;
  • Hipomenore: darah yang keluar terlalu sedikit;
  • Dismenore: kram yang terlalu menyakitkan pada saat dan menuju haid.

Dengan mengetahui siklus menstruasi dan mencatat gejalanya, kita akan tahu kapan mulai terjadi kelainan dan ketidaknormalan. Kalau ada sesuatu, kita bisa tahu lebih awal dan segera melakukan terapi ” kata dr. Kartika. AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

3. Tahu masa subur untuk meningkatkan peluang hamil

Selain untuk mengetahui adanya kelainan, mencatat siklus haid juga penting dilakukan ketika kamu ingin merencanakan kehamilan atau menjalani program hamil. Sebab, melaluinya, kita bisa mendeteksi kapan masa subur berlangsung.

4. Sebagai alat KB alami

Mencatat siklus haid tidak hanya diperlukan oleh orang yang ingin merencanakan kehamilan. Cara ini juga dibutuhkan ketika kamu justru ingin mencegah terbentuknya embrio di dalam rahim.

“Jika kita sudah tahu masa suburnya kapan, otomatis kita juga tahu kapan tak bisa berhubungan untuk mencegah pembuahan,” begitu kata dr. Kartika.

Jadi, jika kamu tak ingin hamil, sebaiknya lakukan hubungan seksual di masa infertil (tidak subur), yaitu selama fase flow, awal fase follicular, dan beberapa hari setelah menstruasi.

5. Tahu usia kehamilan secara tepat

Dokter Kartika mengatakan bahwa pencatatan siklus haid juga bisa membantu dokter obgyn memperkirakan usia kehamilan secara akurat. Sebab, usia kandungan biasanya dihitung sejak hari terakhir haid.

Lalu, apa saja yang penting untuk dicatat mengenai siklus haid? Dokter Kartika mengatakan bahwa yang harus diperhatikan adalah hari terakhir haid, berapa lama masa itu terjadi, berapa banyak pembalut yang dipakai, hingga seberapa deras darah keluar.

Ada dua cara utama untuk mencatat siklus haid. Pertama, secara manual di buku harian atau notes. Kedua, menggunakan bantuan aplikasi menstrual tracker. Misalnya melalui Halodoc, Flo, Clover, My Calendar, dan lain sebagainya. Yuk, biasakan catat mulai sekarang!AGEN POKER ONLINE TERBAIK

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *