BerkahPoker – Kalau mendengar kata “ganja” atau “mariyuana”, seringnya pikiran langsung keburu negatif. Di, Indonesia, ganja termasuk dalam narkotika golongan 1. Penggunaannya sebagai tanaman obat sendiri masih kontroversial. Di Tanah Air, menggunakan dan memiliki ganja adalah perbuatan ilegal dan bisa dipidanakan.

Meskipun di beberapa ganja dilegalkan, tetapi aturannya sangat ketat. Tentunya penggunaan ganja untuk keperluan medis hanya berlaku sesuai porsi dan harus di bawah pengawasan dokter.

Jadi penasaran, apa saja, sih, penyakit yang bisa diberikan terapi atau obat berupa ganja? Berikut ini beberapa di antaranya, baik penyakit fisik maupun psikis yang sudah di lansir oleh AGEN POKER ONLINE  :

1. Antinyeri neuropati

Nyeri neuropati merupakan sebutan umum untuk menggambarkan rasa nyeri akibat adanya gangguan atau kerusakan fungsi saraf.

Sebuah penelitian dalam “Canadian Medical Association Journal” tahun 2010 menemukan bukti bahwa mengisap mariyuana mampu meredakan nyeri neuropati. Namun, tetap saja ini harus sesuai dengan rekomendasi dokter.

2. Radang usus kronis

Ganja dilaporkan menghasilkan efek menguntungkan bagi pasien dengan penyakit radang usus kronis. Subjek penelitian adalah 21 pasien radang usus kronis yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengisap ganja, sedangkan kelompok kedua mengisap plasebo (obat kosong). Hasilnya, selama 8 minggu perawatan, kelompok pertama dilaporkan mengalami peningkatan nafsu makan dan tidur tanpa efek samping yang signifikan.

3. Terapi PTSD

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Behavioural Pharmacology” tahun 2016 membuktikan manfaat mariyuana sebagai terapi pendukung gangguan stres pasca trauma (post-traumatic stress disorder atau PTSD).

Studi terdahulu juga menemukan bahwa pengobatan dengan cannabinoid (zat dalam ganja) mampu menurunkan gejala PTSD, termasuk meningkatkan kualitas tidur, mengurangi frekuensi mimpi buruk, dan mengurangi hyperarousal (stres kronis).

4 . Epilepsi

Tabaman ganja juga diketahui punya manfaat untuk kondisi neurologis lain, yaitu epilepsi. Sejumlah penelitian menunjukkan hasil tersebut. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui obat bernama epidiolex yang mengandung cannabidiol untuk mengobati kejang akibat epilepsi.

5. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis ditandai dengan terganggunya komunikasi antara otak dan tubuh. Gejala yang paling mudah dikenali adalah penglihatan mulai kabur hingga kelemahan otot. Sebelumnya, penyakit ini sulit diobati.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Neurology” memberi harapan baru. Perawatan yang ditawarkan oleh penelitian itu adalah pil ganja medis. Pil ini hanya diberikan sebagai bentuk komplementer atau tambahan dari jenis pengobatan utama lainnya. Dengan kata lain, terapi dengan pil ganja ini belum bisa terbukti berdiri sendiri.

Itulah berbagai manfaat ganja sebagai pengobatan yang sudah terbukti lewat berbagai penelitian.

Di luar manfaatnya, kita juga tak boleh lupa bahwa ganja juga dikenal memiliki beragam efek buruk, seperti gangguan kemampuan berpikir dan memori, menghambat fungsi otak, meningkatkan risiko kambuhnya gejala psikotik pada pasien skizofrenia, menimbulkan halusinasi, rasa cemas, serangan panik, mengganggu sistem peredaran darah dan pencernaan, dan masih banyak lagi. Belum lagi ada risiko ketergantungan.AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

Agen Poker Terpercaya

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *