AsliDomino – Salah satu cara untuk menurunkan berat badan adalah dengan menerapkan pola makan atau diet tertentu. Seperti yang kita tahu, saat ini banyak sekali program diet yang bermunculan, termasuk berbagai informasi seputar program penurunan berat badan. Sayangnya, tak sedikit informasi merupakan mitos yang tidak didukung dengan fakta medis atau malah bisa membahayakan.

Supaya tidak teperdaya, yuk, kenali apa saja mitos yang beredar seputar penurunan berat badan dan ketahui faktanya.

1. Makanan rendah lemak menurunkan berat badan

Saat diet, banyak orang yang beralih mengonsumsi produk dengan label rendah lemak atau bahkan tanpa lemak. Namun, produk-produk seperti ini sering kali dikompensasi dengan penambahan garam atau gula. Intinya, cek kemasan produk sebelum membelinya.

2. Mengonsumsi suplemen untuk menurunkan berat badan

Terdapat beberapa produk suplemen yang mengklaim bisa membantu tubuh membakar lemak. Nyatanya, umumnya ini tidak efektif, berpotensi bahaya, atau keduanya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melaporkan bahwa mereka telah menemukan ratusan produk yang dipasarkan sebagai suplemen makanan tetapi sebenarnya mengandung bahan aktif tersembunyi, yang terkandung dalam obat resep, bahan tidak aman dalam obat yang telah ditarik dari pasaran, atau senyawa yang belum cukup diteliti efeknya pada manusia.

3. Ingin menghilangkan lemak di area tertentu

Beberapa orang ingin mengusir lemak di area tertentu tubuh, seperti di paha atau perut. Kenyataannya, penargetan seperti ini tak mungkin dilakukan. Semua bagian tubuh merespons penurunan berat badan secara berbeda, dan kita tidak bisa memilih lemak tubuh bagian mana yang akan diusir terlebih dulu.

4. Melewatkan sarapan

Dianggap bisa mengurangi asupan kalori, tetapi sebetulnya melewatkan sarapan tidak membantu menurunkan berat badan. Ini cuma mitos!

Sebuah studi yang diterbitkan dalam AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA tahun 2010 menganalisis asupan makanan pada 2.184 orang usia 9-15 tahun. Dua puluh tahun kemudian, tim peneliti kembali menanyakan daftar pertanyaan yang sama.

Mereka membandingkan data dari orang-orang yang melewatkan sarapan semasa kecil dan dewasa, dengan data dari partisipan yang tidak pernah “bolos” sarapan atau hanya melakukannya saat dewasa.

5. Tidak boleh ngemil

Beberapa dari kita mungkin sering mendengar bahwa lebih baik makan berat daripada mengonsumsi makanan ringan atau snack berulang kali. Pemikiran seperti itu mungkin benar jika snack yang dikonsumsi mengandung minyak dan gula yang berlebihan.

Akan tetapi, konsumsi snack yang sehat seperti buah-buahan dan yoghurt rendah lemak di sela waktu makan dapat mencegah keinginan untuk makan dengan porsi lebih banyak saat makan.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *