AsliDomino – Kulit kepala yang sukar terlihat dan jauh dari jangkauan mata sering kali luput dari perhatian kita. Hal ini membuat sebagian orang kerap mengalami masalah pada area tersebut. Salah satunya adalah rasa gatal yang sangat mengganggu.

Untuk bisa mengatasinya dengan tepat, kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebab dari gatal-gatal ini. Maka dari itu, berikut tujuh penyebab gatal pada kulit kepala beserta cara mengatasinya

1. Ketombe

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Ketombe sering menjadi penyebab utama dalam masalah ini. Pemicunya adalah kulit kepala yang berminyak ataupun terlalu kering.

Untuk mengatasinya, pilihlah sampo sesuai dengan jenis kulit kepala dan ketombe yang dialami, lalu ikuti petunjuk pemakaiannya supaya kandungan produk bisa bekerja dengan lebih efektif. Sebagian produk antiketombe memang ada yang menganjurkan untuk didiamkan terlebih dahulu setelah digunakan, dan ada pula yang dapat langsung dibilas.

2. Tidak cocok dengan produk tertentu

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Perbedaan jenis kulit kepala menyebabkan berbagai produk sampo, kondisioner, dan yang lainnya bisa memberikan efek berbeda pada setiap orang; ada yang cocok dengan produk A, ada pula yang tidak. Hal ini tak hanya berlaku untuk produk yang berbahan kimia saja, tetapi juga produk organik.

Ketidakcocokan ini bisa menimbulkan beragam reaksi pada kulit kepala. Reaksi yang paling umum adalah kulit menjadi kering, berketombe, dan juga gatal.

Sedangkan untuk meredakan rasa gatal yang muncul, kamu bisa menggunakan handuk basah yang ditempelkan ke kulit kepala selama 15-30 menit. Cara ini terbilang aman untuk dilakukan beberapa kali dalam sehari.

3. Kutu rambut

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Kutu rambut merupakan parasit pengisap darah yang tinggal di rambut dan kulit kepala. Meskipun berukuran kecil, parasit ini bisa menimbulkan rasa gatal tak tertahankan serta dapat dengan mudah menular ke orang lain.

Menghilangkan kutu rambut terbilang cukup sulit, mengingat kutu dewasa mampu bertelur sebanyak delapan butir per hari selama masa hidupnya yang bisa mencapai sebulan, dilansir Kids Health. Akan tetapi, ini bukan berarti kutu tidak bisa dihilangkan sama sekali, ya. Upaya yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kutu rambut, antara lain:

  • Ambil langsung menggunakan tangan
  • Gunakan sisir dengan gerigi yang rapat supaya kutu lebih mudah terbuang
  • Aplikasikan sampo atau krim penghilang kutu sesuai petunjuk. Namun, hindari menggunakan lebih dari satu produk untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan
  • Menjaga kebersihan rambut dan peralatan di rumah

Sementara itu, sebagai upaya dalam mencegah penularan kutu rambut, hindari melakukan pinjam meminjam peralatan pribadi. Ini berlaku terutama untuk barang yang bisa menjadi perantara tertularnya kutu, seperti sisir, bantal, dan handuk.

4. Folikulitis

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Selain hal tersebut, ada juga faktor lain yang bisa memicu infeksi pada folikel. Beberapa di antaranya yaitu, sering menggaruk kepala, sering menggunakan topi, menggunakan banyak produk perawatan rambut, rambut yang gagal tumbuh, serta tubuh memiliki sistem imun yang lemah.

berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi folikulitis:

  • Hindari mencukur rambut selama beberapa hari
  • Gunakan alat pencukur yang bersih
  • Kompres  menggunakan air hangat untuk meredakan inflamasi, atau bisa juga dengan mengonsumsi antihistamin atau krim pereda inflamasi
  • Minum antibiotik untuk meredakan sakit
  • Keramas menggunakan sampo antiketombe

Sebenarnya, folikulitis bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun dalam kasus folikulitis yang parah dan berkepanjangan, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis. Ini karena kondisi tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi pada kulit kepala dan rambut.

5. Tinea capitis (kurap)

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Tinea capitis (ringworm) atau yang dikenal juga dengan penyakit kurap merupakan penyakit kulit menular yang diakibatkan oleh jamur dermatophyta. Jamur ini dapat menginfeksi kulit kepala, serta memengaruhi pertumbuhan rambut pada daerah yang terinfeksi.

Beberapa jenis obat yang biasanya dianjurkan yaitu griseofulvin, itraconazole, fluconazole, dan tablet terbinafine. Penting untuk diingat, sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut, harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena ada kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak diperbolehkan untuk mengonsumsinya.

6. Scalp psoriasis

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Scalp psoriasis termasuk penyakit autoimun yang membuat kulit kepala menjadi tebal seperti berkerak, berwarna putih kemerahan, gatal, dan bisa menimbulkan sensasi seperti terbakar. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun hal ini diduga akibat dari pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.

Penyakit scalp psoriasis tidaklah menular, dan tidak menyebabkan kerontokan rambut yang permanen. Akan tetapi, kondisi ini dapat menyebar ke bagian lain di sekitar kepala, yakni di belakang telinga, kening, tengkuk, dan di sekitar garis rambut.

Berdasarkan Healthline, ada tujuh faktor yang dapat memicu seseorang mengalami scalp psoriasis atau memperburuk kondisi tersebut, di antaranya yaitu:

  • Kekurangan vitamin D
  • Mengalami infeksi kulit atau radang tenggorokan
  • Mengalami luka pada kulit
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti litium, beta-blockers, antimalaria, dan iodides
  • Kecanduan alkohol
  • Merokok
  • Mengalami stres

7. Stres

7 Penyebab Gatal pada Kulit Kepala dan Cara Mengatasinya, Jangan Asal!

Siapa sangka stres bisa memicu rasa gatal pada kulit kepala? Nyatanya, hal ini memang dapat terjadi, lho!

kondisi seperti ini dikenal dengan sebutan psychogenic itch atau rasa gatal yang timbul akibat faktor psikologis. Selain kulit kepala, kulit pada bagian tubuh lain seperti lengan, bahu, perut, leher, dan wajah juga bisa mengalami gatal akibat stres.

Hal ini dipicu oleh peningkatan hormon kortisol yang terjadi ketika seseorang sedang mengalami stres, berdasarkan seorang pakar trikologi dalam HelloGiggles. Peningkatan hormon ini akan berpengaruh langsung terhadap folikel dan kondisi kulit kepala–bisa jadi lebih kering ataupun lebih lembab, sehingga bisa memicu kondisi lain, seperti munculnya ketombe.

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *