AsliDomino – Sebagai negara yang disinari oleh matahari sepanjang tahun, orang Indonesia rata-rata keramas setiap 2 hari sekali. Bahkan, kita bisa keramas setiap hari apabila kulit kepala mudah berminyak.

Ada pula orang yang keramas hanya seminggu dua kali. Hal ini bergantung pada tipe rambut, kulit kepala dan gaya hidup setiap orang.

Secara ilmiah, berapa hari sekali kita harus keramas? Dan bagaimana cara keramas yang benar supaya rambutmu sehat? Cari tahu selengkapnya di bawah ini!

1. Sering atau tidaknya keramas berbeda pada setiap orang

Kita tidak bisa menyamaratakan waktu keramas terbaik untuk semua orang. Pasalnya, setiap orang memiliki tipe rambut dan kulit kepala yang berbeda-beda. Seorang penata rambut profesional, untuk rambut dengan kadar minyak normal hingga sedang, kamu bisa menjalani beberapa hari tanpa keramas, ungkapnya di laman AGEN POKER ONLINE TERBAIK .

2. Bagaimana cara kerja sampo?

Penasaran, bagaimana sih cara kerja sampo? Menurut Angela Lamb, MD, asisten profesor dermatologi di Icahn School of Medicine, sampo bekerja dengan menjebak minyak lalu dibuang dengan membilas air di rambut hingga bersih. Tetapi, jika kamu melakukannya terlalu sering, maka rambut akan mudah kering dan rentan rusak.

Sebum ialah minyak alami yang dihasilkan oleh rambut. Sementara, sampo adalah emulsi yang bertugas untuk menangkap dan menjebak sisa kotoran, minyak dan residu produk, jelas Angela Lamb. Bukan hanya membersihkan, sampo juga melembabkan serta melindungi rambut dan kulit kepala.

3. Beberapa orang perlu sering-sering keramas

Menurut para ahli, ada beberapa orang yang perlu keramas setiap hari, misalnya orang yang memiliki rambut yang sangat halus, orang yang tinggal di tempat yang sangat lembap hingga orang yang banyak berolahraga, beraktivitas fisik dan berkeringat.

Apabila kulit kepala kita berminyak, mencuci rambut setiap hari itu wajib. Jika tidak, minyak akan membuat rambut terasa lepek dan mendorong keinginan untuk menggaruk kulit kepala. Apalagi, bagi kita yang memakai hijab atau penutup kepala, kulit kepala akan lebih cepat berkeringat karena sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik.

4. Sementara, beberapa orang lainnya tidak perlu sering-sering mencuci rambut

Berbanding terbalik dengan poin sebelumnya, ada orang-orang tertentu yang tidak disarankan terlalu sering keramas. Seperti orang yang memiliki rambut tebal, kulit kepala kering dan orang yang berambut keriting, ungkap laman AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA. Mengapa demikian?

5. Jarang keramas bisa meningkatkan kualitas rambut?

Di negara-negara barat, sekarang sedang masif gerakan untuk tidak memakai sampo. Menurut mereka, bahan kimia yang ada di dalam sampo bisa merusak rambut. Kini, semakin banyak orang yang beralih memakai bahan tradisional untuk mencuci rambut, seperti air, cuka sari apel hingga baking soda, tutur laman No Poo Method.

6. Apakah efeknya sama jika kita memakai sampo kering?

Bagi sebagian orang yang tidak punya banyak waktu untuk keramas dan mengeringkan rambut, mereka memilih memakai dry shampoo. Cukup sekali semprot ke rambut lalu usap secara merata, and you are ready to go!

Sampo yang berbahan dasar alkohol ini diklaim bisa menghilangkan minyak di rambut. Namun, apakah produk ini aman?

7. Intinya, sesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing, ya!

Metode apapun yang kamu pakai untuk membersihkan rambut, it’s all your choice. Entah itu memakai sampo, bahan alami atau sampo kering, pilihan ada di tangan masing-masing.

Yang jelas, sesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala kita, ya! Tidak perlu menerapkan standar orang lain, padahal itu tidak cocok dengan kondisi kita.

Untuk menjadi patokan, rambut yang tipis, lurus dan mempunyai kulit kepala berminyak perlu keramas setiap hari. Sementara, rambut yang lebih lebat, keriting dan berkulit kepala kering, kamu bisa keramas 2-3 hari sekali. Khusus untuk pemilik rambut Afro alias keriting kecil-kecil, kamu bisa keramas setiap 7-10 hari sekali.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *