BerkahPoker – Kepercayaan adalah suata hal yang tidak mudah di temukan.bahkan disaat kita sudah menjalani hubungan dengan seseorang dalam kurun waktu yang lama pun bukan berarti orang tersebut bisa di percaya dengan begitu saja. Lama tidaknya mengenal seseorang tidak dapat menjadi standar ukur yang tepat apakah orang tersebut dapat dipercaya atau tidak.

Oleh karena itu, jangan sembarangan membeberkan rahasia pada orang lain. Kamu tentu tak ingin terluka, bukan?

1. Mereka pernah membeberkan rahasiamu di masa lalu

Sebelum kamu benar-benar meletakkan kepercayaanmu pada seseorang, coba ingat-ingat kembali cara mereka berperilaku di masa lalu. Apa mereka pernah menyebarkan rahasiamu bahkan setelah berjanji untuk tidak mengatakan pada siapa pun? Seseorang yang suka ‘ember’ dan membeberkan rahasia orang lain rentan untuk melakukannya lagi di waktu yang akan datang.

2. Perkataan dan tindakan mereka sering bertolak belakang

Dalam berelasi, penting bagi kita untuk memiliki kontrol diri agar apa yang kita katakan selaras dengan perbuatan kita. Apabila kamu menemukan salah satu dari temanmu suka berkata hal positif, sok menasihati orang lain tetapi di realita perbuatan mereka jauh dari pada itu, maka ia bukan orang yang dapat dipercayai.

Sikap demikian menunjukkan bahwa temanmu merupakan orang yang bermuka dua, bisa jadi apa yang ia katakan di depanmu dengan yang dilakukannya kelak bertolak belakang.

3. Mereka mudah merasa cemburu dan iri hati

Rasa cemburu yang berlebih dapat memanipulasi manusia untuk melakukan tindakan di luar kepala. Ini bisa menjadi dorongan bagi mereka untuk menusukmu dari belakang. Jadi sebelum memutuskan untuk mempercayakan suatu rahasia besar pada seseorang, coba kenali dia baik-baik, apa orang itu merupakan sosok pencemburu atau tidak.

4. Hobi bergosip

Sebelum kamu memutuskan untuk mempercayakan sebuah rahasia pada teman-temanmu, perhatikanlah sikap dan kelakuan mereka saat bergaul engan orang lain. Apa mereka adalah orang yang hobi mengungkit kekurangan orang? Ataukah mereka sering mengada-ada sebuah topik pembicaraan—yang bahkan masih abu-abu kebenarannya—hanya untuk menuai atensi orang?

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *