AsliDomino – Pernah mendengar kisah tentang Alice in Wonderland karya Lewis Carroll? Alkisah seorang gadis bernama Alice “salah makan”, membuat tubuhnya bisa membesar atau mengecil tiba-tiba. Benda-benda yang dilihatnya pun bisa lebih besar maupun lebih kecil, tergantung ukuran tubuhnya.Ternyata, kondisi ini juga ada, lho, di dunia nyata, yang disebut sebagai sindrom Alice in Wonderland (AIWS).

Penderita AIWS akan merasakan tubuhnya atau benda-benda di sekitarnya terlihat lebih besar atau lebih kecil. Penasaran tentang penyakit langka ini? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Apa itu sindrom Alice in Wonderland?

Menurut sebuah laporan yang dimuat dalam jurnal BioMed Research International tahun 2016, sindrom Alice in Wonderland adalah gangguan persepsi langka yang menyebabkan penderitanya mengalami ketidakseimbangan antara representasi diri dan dunia luar, sehingga penderitanya memiliki persepsi yang salah tentang ukuran tubuh mereka.

2. Gejala yang muncul

Melansir AGEN POKER ONLINE TERBAIK, berikut adalah beberapa gejala yang dialami penderita AIWS:

  • Anggota tubuh atau benda di sekelilingnya terlihat lebih besar, lebih kecil, lebih dekat, atau lebih jauh dari yang sebenarnya
  • Garis yang sebenarnya lurus terlihat bergelombang
  • Benda diam tampak bergerak
  • Benda berubah warna atau terlihat miring
  • Kesulitan saat mengendalikan anggota tubuh
  • Suara yang biasanya tenang terdengar keras dan mengganggu
  • Waktu terasa lebih cepat atau bisa lebih lambat
Gejala-gejala tersebut bisa terjadi beberapa kali dalam sehari atau selama beberapa hari berturut-turut. Gejalanya pun bisa berbeda-beda pada setiap penderita.
3. Penyebab terjadinya sindrom Alice in Wonderland

Seperti tertulis dalam Good Therapy, beberapa faktor penyebab AIWS di antaranya adalah:

  • Migrain: sebanyak 27 persen kasus AIWS terjadi bersamaan dengan migrain. Beberapa peneliti berpendapat bahwa AIWS adalah jenis aura migrain langka yang merupakan peringatan sensoris akan datangnya migrain.
  • Infeksi: sekitar 23 persen kasus AIWS disebabkan oleh infeksi dan yang paling umum adalah akibat virus Epstein-Barr.
  • Cedera kepala: cedera otak menyebabkan 8 persen kasus AIWS. Ketika kerusakan terjadi di bagian otak, maka seseorang dapat mengalami gangguan penglihatan atau kesulitan merasakan tubuhnya sendiri.
  • Epilepsi: sekitar 3 persen kasus AIWS disebabkan oleh epilepsi.
  • Obat-obatan: obatan-obatan tertentu, terutama obat batuk, juga dapat menyebabkan gejala AIWS.
4. Diagnosis

Tidak ada alat diagnostik pasti untuk AIWS. Namun, dokter akan meninjau gejala yang dialami dan mencari penyebab setiap gejala lalu menilai kaitannya.

5. Bagaimana cara mengobatinya?

Sayangnya, tidak ada pengobatan khusus untuk AIWS. Mengutip WebMD, yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari hal-hal yang dapat memicu migrain.

Biasakan untuk makan makanan sehat bergizi seimbang. Selain itu, lebih baik makan 5-6 kali sehari dalam porsi kecil, ketimbang 3 kali sehari dengan porsi besar. Pasalnya, rasa lapar terkadar bisa memicu sakit kepala pada beberapa orang. Jauhi pemicu migrain seperti alkohol dan jangan lupa untuk berolahraga secara rutin.

Waktu serangan AIWS yang singkat sering membuat dokter kesulitan untuk mempelajari penyakit langka tersebut, memahami efeknya, serta dalam menegakkan diagnosis. Namun, jika kamu merasa mengalaminya, ada baiknya untuk membuat catatan harian tentang gejalanya lalu temui dokter untuk konsultasi.AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *